Fase Pembesaran Umbi Kentang Uji Aplikasi Pupuk Organik Hayati Tunjukkan Pertumbuhan Optimal
Baturiti, Tabanan, 4 September 2026 – Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melakukan pengamatan dan pengukuran komponen agronomis pada kegiatan uji aplikasi paket pupuk organik hayati pada tanaman kentang. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama BRMP Bali dengan PT Petrokimia Gresik.
Beberapa parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, dan jumlah cabang. Pengamatan ke-3 sekaligus menjadi pengamatan terakhir terhadap pertumbuhan tanaman kentang dan dilaksanakan saat tanaman berumur 56 hari setelah tanam (HST).
Pengamatan dan pengukuran dilakukan untuk mengetahui respons tanaman kentang terhadap perlakuan paket pemupukan yang telah diaplikasikan selama periode pertumbuhan.
Hasil pengamatan menunjukkan seluruh tanaman kentang pada petak uji perlakuan memberikan respons pertumbuhan yang optimal. Tanaman tumbuh relatif seragam dengan kondisi batang kokoh, daun lebat, serta berwarna hijau segar. Selain itu, hingga pengamatan terakhir tidak ditemukan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa benih yang digunakan memiliki kualitas baik, unsur hara dari pemupukan dapat dimanfaatkan tanaman secara optimal, serta pemeliharaan yang dilakukan oleh petani pelaksana berjalan dengan baik.
Secara umum, fase pembesaran umbi kentang berlangsung pada kisaran umur 45–90 HST. Pada fase ini, ketersediaan unsur hara, air, dan cahaya matahari menjadi faktor penting dalam mendukung proses pembentukan dan pengisian umbi hingga menjelang panen.
Data dari setiap pengamatan pertumbuhan selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam mengevaluasi respons tanaman terhadap paket aplikasi pupuk organik hayati. Selain pertumbuhan vegetatif, salah satu indikator utama keberhasilan pengujian adalah produktivitas tanaman yang akan diketahui setelah kentang dipanen pada umur sekitar 90 HST.
Petani pelaksana, I Wayan Nyenteg, menyampaikan bahwa pertumbuhan tanaman kentang pada petak uji menunjukkan kondisi yang sangat baik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kualitas bibit yang digunakan serta pemeliharaan tanaman yang dilakukan secara optimal.
“Pertumbuhan tanaman kentang sangat baik. Bibit yang ditanam kualitasnya bagus dan saat ini umbi kentang sudah mulai membesar hingga menyembul dan menyundul plastik mulsa,” ungkapnya.
Memasuki fase pembesaran umbi, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tanaman memperoleh dukungan optimal hingga waktu panen. Hasil panen nantinya akan menjadi data penting untuk melihat produktivitas sekaligus memberikan gambaran terhadap efektivitas paket aplikasi pupuk organik hayati yang diuji.
(Sgt &Tim)