• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
3 dilihat       04 September 2026

Fase Pembesaran Umbi Kentang Uji Aplikasi Pupuk Organik Hayati Tunjukkan Pertumbuhan Optimal

Baturiti, Tabanan, 4 September 2026 – Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melakukan pengamatan dan pengukuran komponen agronomis pada kegiatan uji aplikasi paket pupuk organik hayati pada tanaman kentang. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama BRMP Bali dengan PT Petrokimia Gresik.
 
Beberapa parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, dan jumlah cabang. Pengamatan ke-3 sekaligus menjadi pengamatan terakhir terhadap pertumbuhan tanaman kentang dan dilaksanakan saat tanaman berumur 56 hari setelah tanam (HST).
Pengamatan dan pengukuran dilakukan untuk mengetahui respons tanaman kentang terhadap perlakuan paket pemupukan yang telah diaplikasikan selama periode pertumbuhan.
 
Hasil pengamatan menunjukkan seluruh tanaman kentang pada petak uji perlakuan memberikan respons pertumbuhan yang optimal. Tanaman tumbuh relatif seragam dengan kondisi batang kokoh, daun lebat, serta berwarna hijau segar. Selain itu, hingga pengamatan terakhir tidak ditemukan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.
 
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa benih yang digunakan memiliki kualitas baik, unsur hara dari pemupukan dapat dimanfaatkan tanaman secara optimal, serta pemeliharaan yang dilakukan oleh petani pelaksana berjalan dengan baik.
 
Secara umum, fase pembesaran umbi kentang berlangsung pada kisaran umur 45–90 HST. Pada fase ini, ketersediaan unsur hara, air, dan cahaya matahari menjadi faktor penting dalam mendukung proses pembentukan dan pengisian umbi hingga menjelang panen.
 
Data dari setiap pengamatan pertumbuhan selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam mengevaluasi respons tanaman terhadap paket aplikasi pupuk organik hayati. Selain pertumbuhan vegetatif, salah satu indikator utama keberhasilan pengujian adalah produktivitas tanaman yang akan diketahui setelah kentang dipanen pada umur sekitar 90 HST.
 
Petani pelaksana, I Wayan Nyenteg, menyampaikan bahwa pertumbuhan tanaman kentang pada petak uji menunjukkan kondisi yang sangat baik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kualitas bibit yang digunakan serta pemeliharaan tanaman yang dilakukan secara optimal.
 
“Pertumbuhan tanaman kentang sangat baik. Bibit yang ditanam kualitasnya bagus dan saat ini umbi kentang sudah mulai membesar hingga menyembul dan menyundul plastik mulsa,” ungkapnya.
 
Memasuki fase pembesaran umbi, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tanaman memperoleh dukungan optimal hingga waktu panen. Hasil panen nantinya akan menjadi data penting untuk melihat produktivitas sekaligus memberikan gambaran terhadap efektivitas paket aplikasi pupuk organik hayati yang diuji.
 
(Sgt &Tim)
Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Bali Dorong Penerapan PM-AAS di Buleleng dengan Bantuan Benih dan Alat Tanam Tabela
    21 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Kepala BRMP Bali Dampingi Komisi IV DPR RI Kunjungan Kerja ke BBVet Denpasar
    20 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Jembrana
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Monev PITER Tahap I Kabupaten Jembrana Dorong Peningkatan LTT dan IP
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Pengamatan Bawang Putih di Sidakarya, Pertumbuhan Tanaman Terpantau Baik
    18 Sep 2026 - By Admin

tags

baturiti tabanan brmp bali fase pembesaran umbi i wayan nyenteg kabupaten tabanan kecamatan baturiti kementerian pertanian komponen agronomis kentang mulsa plastik kentang opt kentang petrokimia gresik pt petrokimia gresik uji pupuk organik hayati kentang

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved